Keunikan Masjid Cipta Rasa,Bentuk Realistis Toleransi Beragama

Denah asli masjid merupakan yang saat ini dikelilingi oleh tembok bujur sangkar sebaliknya bagian serambi, baik serambi timur serta utara ataupun selatan terbuat lebih setelah itu bagaikan ekspansi. Buat merambah bagian dalam masjid, ada 9 pintu masuk dengan pintu masuk utama ada dibagian timur serta yang 8 yang lain disebelah utara serta selatan.

Bentuk Nyata Toleransi Beragama

Bagian dalam masjid saat ini memekai ubin dari terakotta bercorak merah dengan dimensi rata- rata 28 Cm2. Didalamnya ada tiang soko sebanyak 4 buah yang diucap soko guru. Suatu tiang soko yang terletak disudut tenggara tersebut dari kayu diucap soko tatal.

Azan pitu ialah suatu tradisi turun- temurun semenjak dini mula dibangunnya masjid sampai saat ini.

Kesimpulannya Sunan Kalijaga berinisiatif mengubah saka tersebut dari tatal( sisa kayu). Pekerja mengumpulkan tatal serta digabung sampai jadi tiang penyangga yang kuat.

Setelah itu disusun jadi tiang( saka) serta sampai dikala ini salah satu tiang penyangga di selatan Masjid Agung Si Cipta Rasa, diketahui dengan Saka Tatal.

Perihal ini bisa dilihat pada arsitektur Masjid Agung Si Cipta Rasa yang memadukan style Demak, Majapahit, serta Cirebon.

Sebab perihal tersebut tiap shalat jumat di masjid Si Cipta Rasa senantiasa diselenggarakan dengan azan dari 7 muazin yang dicoba bertepatan. Tidak hanya buat beribadah, masjid ini pula tadinya digunakan bagaikan syiar agama islam.

Masjid yang mengaitkan 500 orang dalam pembangunannya saat ini masih berdiri kuat serta tidak dibangun nya Kubah Masjid juga telah menjadi saksi sejarah akan kehebatan dan juga kebesaran Kesultanan Cirebon. Masjid yang terletak di lingkungan kesultanan Cirebon ini ialah hasil pembangunan dari wali sanga yang hingga saat ini masih berdiri kuat bagaikan masjid kebanggaan masyarakat Cirebon.

Lagi pada bagian teras masjid samping samping kanan ataupun utara terdapat Banyu Cis Si Cipta Perasaan yang biasanya ramai dikunjungi oleh masyarakat seputar. Spesialnya di bulan Ramadhan wisatawan kian meningkat banyak tidak hanya tiba dari wilayah Cirebon namun hingga luar Cirebon.

Sumur ini memiliki 2 kolam dipercaya masyarakat seputar berguna buat mengobati penyakit dan bisa berfungsi buat menguji kejujuran seorang. Pada bagian serambi selatan diartikan dengan bangsal prabayaksa ataupun dalam bahasa Jawa kuno dapat disimpulkan ruangan pertemuan.

Dimensi masjid awal yang dibentuk Pangeran Cakrabuana( Mbah Kuwu Cirebon) yang lebih kecil, jadi salah satu dasar pembangunan Si Cipta Rasa. Gambar By@fadli_gtuKabarnya ubin- ubin tersebut dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang serta Sunan Kalijaga kala masjid Ini awal kali berdiri.

Dengan sistem kerja gotong royong oleh warga Cirebon yang diiringi pula oleh para wali hingga masjid agung di Cirebon ini bisa dituntaskan dalam waktu yang relatif pendek.

Di situ nampak balok- balok kayu yang sa ling menopang serta berpotongan satu serta yang lain. Memanglah nampak rumit, tetapi untaian kayu ini sangat kokoh buat menopang atap masjid. Bagian atap utama disangga oleh 4 buah pilar kayu berdiameter besar.

Ruangan utama ini berupa bujur sangkar seluas 400 m persegi, tempat di mana imam berdiri menghadap ke barat dengan kemiringan 30 derajat arah barat laut. Karakteristik khas budaya Hindu nampak dari kepribadian bangunan yang mirip candi pada gerbang ataupun gapura masjid.

Gerbang ini terbuat dari tumpukan batu yang tertata apik secara vertikal, semacam pada pintu- pintu candi. Wujud yang mengadopsi budaya Majapahit serta Hindu ini dimaksudkan buat menarik atensi warga Cirebon yang kala itu masih hidup dalam budaya Hindu yang kokoh.

Keunikan lain masjid ini semacam dipaparkan dalam halaman com merupakan style arsitekturnya yang ialah paduan dari bermacam budaya serta etnik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *